Sadam90’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Di Luar Dugaan

Alhamdulillahirabbil’alamin, itulah yang sepantasnya orang ucapkan karena nikmat yang telah Allah berikan buat mereka. Begitu juga denganku yang abru saja mendapatkan nikmat dariNya berupa terkabulnya do’aku karena aku diterima SNMPTN, dan lebih membahagiakan lagi ternyata apa yang diberikan Allah itu melebihi dari apa yang aku harapkan. Ya, pasalnya selama ini aku berharap hanya diterima saja terserah di mana pun Allah akan memberikan yang terbaik buatku, ternyata aku diterima di pilihan pertama yaitu prodi Akuntansi yang menurutku prodi itu sangat sulit dimasuki orang seminder aku. Ya di sela-sela menunggu pengumuman itu aku hanya memikirkan pilihan keduaku yaitu Fak. Hukum, dan aku sempat mikir-mikir apa mungkin juga aku diterima di Hukum? Sebulan menunggu pengumuman itu memang membuatku berpikir-pikir dan bertanya-tanya.

Cerita pada saat hari pengumumannya itu juga cukup membuatku lelah. Pasalnya, pada hari H pengumuman, pagi-pagi sekali setelah shalat subuh di masjid, aku langsung di ajak masku menyusuri jalan raya untuk mencari koran yang ada pengumumannya, sebenarnya aku dan masku sangat tahu kalau pengumuman itu bisa dilihat di internet, tapi aku lebih memilih koran karena lebih bisa banyak tahu siapa aja yang diterima, juga karena aku mungkin khawatir kejadian pada awktu pengumuman  UM UGM terualng lagi. Ketika itu aku melihat pengumuman UM UGM lewat internet dan ternyata hasilnya nihil. Kembali ke persoalan, tujuan pertama dari penyusuran jalan itu adalah  Kaber eSPos, tetapi di sana tidak ada koran yang tersisa karena sudah dibawa loper-loper koran. Perjalanan berlanjut hingga kira-kira melewati perumahan yang tutup gerbang semuanya, hingga perjalanan kembali ke jalan raya sambil melengak-lengok kalau-kalau ada orang jualan koran. Setelah perjalanan belalu sekitar 20 menit, tiba-tiba di dekat solo square sedang ada orang yang berjualan koran, langsung saja kami membeli koran yang kami maksud, dan setelah tanya-tanya dengan pembeli akhirnya aku memutuskan untuk membeli koran Sindo, ya memang isinya lebih lengkap menurutku.

sesampainya di rumah aku tidak berani melihat isi koran itu sendirian, dan ternyata masku yang mencarikan nomerku, dan selang beberapa detik masku ternyata melihat ada nama dan nomer pesertaku di koran itu. Alhamdulillahirabbil’alamin aku langsung sujud syukur. tetapi aku belum tahu aku diterima di jurusan apa pada waktu itu, aku hanya mengira-ira saja karena yang tercantum di koran itu hanya kode prodi saja, lalu karena saking senangnya aku langsung tanya ayahku tentang kode jurusan itu, tidak lama kemudian ayah memberitahuku kalau kode itu adalah Fakultas Ekonomi Jurusan AKUNTANSI. Ada sedikit rasa tidak percaya dalam hatiku ketika melihat kenyataan ini, karena selama ini aku trauma menunggu pengumuman yang membuatku sedikit pesimis karena pengalaman pada um ugm beberapa waktu lalu.

Di satu sisi aku senang dan bersyukur karena snmptn ini harapanku satu-satunya untuk megantarkanku melanjutkan kuliah tahun ini. Ya kalau tidak diterima aku juga sudah merencanakan untuk les bimbel lagi, karena jujur aku tidak seperti teman-temanku yang menyabang mendaftar di tempat lain atau skul kedinasan. Di sisi lain aku juga sampai sekarang masih belum tahu teman satu ruang ujianku kok tidak ada namanya di koran itu, pun temanku yang NBnya selalu berperingkat atas terus di kelas juga tidak kelihatan namanya di koran itu. Ya, wallahu a’lam lah semoga mereka mendapat yang terbaik.

yang terakhir dengan semangat baru BISMILLAH,UNS i’m coming!

Agustus 2, 2008 Ditulis oleh muhammad syukron | perasaan | | No Comments Yet

kenangan masa lalu, udahlah biarin berlalu!!

ya memang beginilah aku yang kadang menyesal di akhir sebuah episode, aku jadi teringat ketika um ugm kemarin aku nggak lulus. Sampai sekarang pun aku juga masih ada kekesalan yang begitu nyata, tapi ayolah aku jugta selalu menciba untuk mengambil hikmah dari setiap kejadian. Semoga hal ini tidak berulang pada diriku ini.

Juli 30, 2008 Ditulis oleh muhammad syukron | 1 | | No Comments Yet

Harusnya Ibu-ibu rumah tangga membeli LPG sebelum 1 juli

Memang benar bahwa ibu-ibu rumah tangga harus membeli LPG sebelum 1 Juli kemarin, pasalnya tertanggal 1 Juli kemarin PT.Pertamina sudah menaikkan harga LPG ukuran 12 kg dengan harga sekitar Rp.60.000,00. Harga tersebut adalah harga pembulatan dari kenaikan sekian persen. Harga sebesar itu kalau dibandingkan dengan harga sepatu anak mungkin jauh lebih sedikit, tetapi bila melihat aspek yang berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari harga sebesar itu , terutama untuk masyarakat menengah ke bawah sangat membebani. Walaupun masyarakat (maaf) miskin cenderung tidak menggunakan LPG untuk memasak kebutuhan sehari-hari, tetapi kalu kita pikir-pikir mereka juga secara tidak langsung bisa terkena dampaknya.

Seorang ibu rumah tangga yang hemat mungkin bisa menggunakan Lpg seperlunya, tetapi kebutuhan tidak selamanya bisa di hemat ,kadang-kadang orang kan juga mempunyai kebutuhan yang tak terkira seperti juga hajatan.

Dalam dialog interaktif yang di On Air-kan di radio MQ Fm Jogja, tanggal 3 Juli kemarin, bahwa salah satu pengamat Ekonomi dari UGM, bapak Sony mengatakan bahwa Pertamina telah melakukan pelanggaran konstitusi, pasalnya pelaksanaan kebijakan yang bersifat umum dan nasional seperti itu harusnya tidak dilaksanakan oleh satu pihak saja melainkan juga harus menggunakan keputusan bersama, dalam hal ini Pertamina melakukan kebijakan sendiri dengan dalih mengikuti harga minyak dunia dan harga BBM yang sudah naik.

Dari pendapat tersebut ada ibu-ibu yang mengikuti dialog interaktif dan juga ikut berpendapat,”…Di satu sisi kebijakan menaikkan harga-harga kebutuhan pokok itu menyebabkan banyak pihak untuk bertindak kreatif, sepertio mencoba mencari energi alternatif yang punya manfaat sama seperti kompor gas, yang baru-baru ini adalah penggunaan kotoran manusia untuk diolah menjadi gas, menanggapi kebijakan pemerintah yang berulang-ulang semakin tidak berpihak pada rakyat, saya berpikir bahwa terserah lah pemerintah mau menaikkan harga apalagi!saya sudah tidak peduli lagi…” Dari kutipan opini ibu-ibu tersebut ternyata dapat disimpulkan bahwa sikap apatis dari masyarakat terhadap pemerintah sudah mulai muncul, mereka sudah tidak peduli lagi dengan kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan rakyat tersebut. Dan itu bisa saja membuat rakyat jadi tidak simpati lagi dengan masalah pemerintah lagi, bahkan masyarakat bisa menduga-duga kebijakan apalagi yang akan membuat rakyat semakin menderita.

Mengenai hal itu dari Pertamina sendiri tentu punya pembelaan internal yang menghubung-hubungkan dengan naiknya harga BBM, tetapi kenyataannya terhitung tahun 2007 bahwa anggaran Pertamina itu selalu surplus, dan mengapa masih membuat kebijakan seperti itu? Berarti benar bahwa pertamina itu melanggar konstitusi dengan melanggar pasal yang berbunyi,”bumi ,air, dan kekayaan alam di dalamnya adalah milik negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat”. Jelas sekali bahwa pasal itu telah dilanggar, dan kalau kita amati saat ini rakyat juga belum begitu sejahtera, tetapi celana anggota DPR makin tidak muat, ironisnya Indonesia.

Juli 9, 2008 Ditulis oleh muhammad syukron | opini | | No Comments Yet

Masjid Nasibmu kini

Tentang tempat ibadah umat Islam yang satu ini saya akhir-akhir ini sering memikirkan orang-orang yang mengunjunginya, tak mungkin tempat yang harus disinggahi umat Islam setiap saat ketika melakukan ibadah sholat ini harus sepi begitu saja. Saya mengatakan sepi karena yang berjamaah di masjid itu hanya rata-rata mencapai satu baris/shaf setiap harinya(survey masjid kampung). Itu saja di kampung yang notabene orang-orangnya tak terikat dengan pekerjaan kantor yang menyita waktu. Kita bisa lihat juga bahwa rata-rata yang sholat pun orang-orang yang sudah tua. Memang beginilah nasib tempat ibadah kita saat ini, tapi aku sedikit bangga ketika sholat di Masjid Kampus UGM ternyata masih banyak juga jama’ahnya. Terkait dengan hal itu semua apakah kita sebagai umat Isalm akan membiarkan hal itu berlarut hingga sampai suatu saat nanti tidak ada orang yang sholat di Masjid. Saya pernah mendengar pembicaraan dari seorang tokoh masyarakat yang kira-kira seperti ini, “Tidaklah sulit bagi Yahudi untuk menghancurkan umat Islam, tidak perlu dengan membakar Masjid atau tindak kekerasan lain, cukup dengan memberikan acara-acara yang menarik di televisi, atau membuat hiburan-hiburan lain yang sekiranya bisa membuat umat Islam lupa dengan ibadah seperti internet.” Nah kira-kira seperti itulah yang selama ini terjadi, bahwa orang bukannya menghindar dari Masjid, tetapi memang mereka belum menyukuri ni’mat yang telah diberikan oleh Allah, sehingga mereka lupa dengan ibadah kepada Allah, tetapi aku juga agak menorehkan sedikit kritik kepada imam masjid tertentu yang berkarakter kolot, sehingga aku pernah dengar anak-anak kecil dimarahi seorang imam masjid gara-gara mereka ramai di Masjid. Terlepas dari hal itu semuaaku berharap agar adanya sikap yang baik dari para ahli jama’ah masjid supaya banyak yang simpatik untuk sholat di masjid, dan anak-anak pun betah untuk bermain sambil sholat di masjid walaupun mereka ramai.Ayo kita bentuk diri kita yang dekat dengan Yang Maha Agung.

Juni 27, 2008 Ditulis oleh muhammad syukron | opini | | No Comments Yet

kesesuaian kehendak

Betapa sangat membingungkan kalau pendapat kita tidak diterima. Setiap orang mungkin menganggap bahwa pendapat merekalah yang benar, karena mereka yakin alasan-alasan atau tujuannya itu benar. Hal tersebut membuat keyakinan diri semakin besar, memang hal tersebut perlu untuk meningkatkan kepercayaan diri.Tetapi apakh kita akan terus merasa percaya diri ketika ada orang lain yang tidak setuju dengan kita atau bahkan menolak kita dengan kegigihan hatinya. Jangan harap kalau pendapat kita akan selalu baik di mata orang lain karena hal tadi bisa membuat kita semakin sombong dan arogan. Termasuk orang lain tadi yang menentang pendapat kita, kalau dipikir-pikir memang sulit untuk mengubah dunia dengan cara kita karena ada orang lain yang punya cara lain pula. Tersebut jika orang lain itu adalah orang yang begitu memimpin kita atau bahkan orang yang mempunyai kita, sebut saja “orangtua” kita. Ya hal itulah yang sedari tadi ingin di munculkan dalam tulisan ini. Apa sebab? Jawabannya sering terjadi perbedaan pendapat yang dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat antara orang tua dan anak. Coba kita telusuri seberapa “urgent” perbedaan tadi. Memang tidak bisa dihindari karena setiap orang pada dasarnya mempunyai tujuan hidup yang berbeda. Apalagi seorang anak yang sedang ingin meraih masa depan.pandangan anak tersebut cenderung “perfect” dan kadang bertolak belakang dengan kemampuannya.Ada juga anak yang punya strategi tertentu dan sudah disesuaikan dengan kemampuannya tapi tetap saja orangtuannya menentang karena orangtua ingin sesuatu yang lebih. Hal-hal itulah yang membuat perbedaan sering terjadi, orangtua yang memang hak otoritasnya tinggi terhadap anaknya cenderung memaksakan kehendak mereka, apalagi mereka juga pernah muda yang bisa membuat mereka merencanakan sendiri masa depan anaknya. Untuk itulah dalam hal ini diperlukan penyamaan suara yang bisa membuat dua kubu tadi bersatu pandangan. Kembali ke sejarah kita, ketika akan memproklamasikan kemerdekaan bangsa ini juga memiliki perbedaan pandangan antara tokoh muda dan tokoh tua, ketika itu tokoh muda akhirnya yang harus mencari cara yang begitu cepat dan efektif, yaitu ketika terjadi kekosongan kekuasaan penjajah Jepang, dengan cara menculik tokoh tua yang berpengaruh (Soekarno dan Hatta). Apa kita harus mengambil tindakan alternatif seperti tadi? Tentunya tidak bukan? ada beberapa saran yang mungkin bisa dilakukan:

  1. Memahami pendapat , cara pertama ini mungkin yang lebih sabar dalam menghadapi perbedaan pendapat orang lain terlebih dahulu. pahami kata-katanya, ke mana arah bicaranya, dan mungkin kita kan tahu maksudnya
  2. Mempresentasikan pendapat kita, kalau kita sudah paham pendapat dia , kita utarakan pendapat kita secara gamblang beserta alasan-alasan kita.diusahakan sejelas mungkin.
  3. Menjawab sanggahan, hal ini mungkin sulit tapi dengan kita membicarakan sesuatu yang benar insya Allah itu akan bisa dilakukan dengan lancar.
  4. Bersabar,cara ini mungkin terakhir kalau pendapat kita kalah maupun menang, karena pendapat kita itu belum tentu baik untuk orang lain juga dan itulah yang dihadapi sebagian pemuda maka harus bersabar dengan tawakal pada Allah semoga pendapat yang kita terima ini adalah jalan terbaik yang diberikan olehNya.
  5. Discuss ,maaf mungkin belum terakhir, karena kalu pendapat kita sulit untuk mencapai tujuan kita diskusikan juga dampak-dampak atau bahkan kelemahan kita.
  6. Ambil hati, cara terakhir lah, harus kita lakukan yaitu mengambil hati orangtua kita. Tapi perlu diingat harus kita luruskan niat bukan untuk caper ya kan? kita lakukan yang terbaik untuk mereka, sehari-hari kita tujukan kepada mereka prestasi terkecil kepada mereka, dan kita bantu pekerjaan terkecil mereka seperti membuat minum dsb. Pokoknya yang terpenting mereka adalah yang masih mempunyai kita dan usahakan selalu jangan membuat mereka kecewa, OK!

Juni 16, 2008 Ditulis oleh muhammad syukron | psikologi | | No Comments Yet

Aku tertawa

Tadi pagi pukul 08.30 aku mendengarkan radio MQ FM Yogyakarta, tadinya aku hanya ingin mendengarkan senandung nasyid saja tetapi ternyata ada acara on air “suara anda”, nah hal yang dibahas itu mengenai Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM). Aku menjadi tertarik untuk mendengarkannya, menarik juga ada yang pro ada juga yang kontra. Dari yang pro itu ada yang bilang bahwa hal itu penting untuk kelangsungan mahasiswa untuk belajar . Menurut mereka bahwa mahasiswa yang kurang mampu itu memang sangat membutuhkan bantuan seperti itu. Tapi aku tak sengaja tertawa ketika mendengar pernyataan yang kontra ada yang bilang bahwa bantuan itu hanya “uang tutup mulut” saja buat mahasiswa. Bagaimana tidak? karena bantuan yang bernilai 1/2 juta persemester itu keluar atau diumumkan setelah harga BBM naik. Betul juga sih, kelihatan sekali kalau uang tutup mulut itu keluar setelah mulut membuka, dan ternyata juga bersifat sementara hanya beberapa tahun. Ada juga yang beropini seperti ini “bahwa kami mahasiswa tidak akan menerima bantuan tersebut dan ingat sekali lagi bahwa mahasiswa tidak bermental pengemis” begitu. Jadi secara tidak langsung bantuan itu menghina kekritisan mahasiswa-mahasiswa itu. Sungguh tak terduga, ternyata tak sebegitu mudahnya menghentikan aksi-aksi mahasiswa tersebut. Sebagai calon pemimpin bangsa mereka memang harus bisa kritis dan mempertahankan idealisme mereka. Menurut Pak Bambang Sudibyo menteri pendidikan kita yang tercinta itu, “BKM bukan uang tutup mulut mahasiswa”. Tapi mau bagaimana lagi yang namanya mahasiswa tetap mahasiswa yang punya idealisme dan tidak bisa tergoyah dengan “angin-angin sejuk” dari arah manapun. Tapi ada juga lho yang menyatakan bahwa memang mahasiswa itu sebagai agen yang kebanyakan menentang kebijakan-kebijakan yang tidak memihak kepada pemerintah. Dan ada juga yang berpendapat, “Di era demokrasi perwujudan aspirasi rakyat dalam bentuk demonstrasi itu memang wajar karena Indonesia adalah negara demokrasi, tetapi ada kaidah-kaidah tertentu dalam berdeondtrasi yang sesuai dengan prosedur dantidak mengganggu kepentingan orang lain, karena negara kita juga negara hukum dan para demonstran juga harus taat pada hukum”. Berarti kasus penyerangan mahasiswa ke kampus mereka itu karena mereka kurang tertib dan melanggar hukum? Kalau begitu koruptor2 yang dibiarkan menghirup udara bebas di Indonesia itu juga termasuk penegakan hukum? Memang serba salah kaprah ya untuk mengonsep negara ini, dibutuhkan totalitas dan kejelian dalam mengambil kebijakan. Eh iya mahasiswa juga diajak kompromo lho oleh Jubir Presiden, tapi lagi-lagi itu jadi bahan yang membuatku tertawa, karena ada juga yang komentar, “kenapa jalan yang kbaik ini ditunjukkan setelah BBM naik?”. Yah begitulah obrolan publik yang membuat aku tertawa, buat kakak-kakak mahasiswa tetap jaga prinsip idealisme kalian dan tetap kritis aja, jangan jadi amhasiswa yang pesimis menghadapi masa depan. SEMANGAT!

Mei 30, 2008 Ditulis oleh muhammad syukron | opini | | 1 Komentar

Reality Show “Cinta”

Acara televisi yang sering bersifat menghibur kadang-kadang juga tak luput dari hal-hal yang menyimpang atau bahkan lebih tepatnya kurang bermakna bagi masyarakat Indonesia. Satu keluputan itu terjadi pada reality show yang bertema remaja dan lebih sering disebut reality show “cinta”. Memang terkesan begitu mengena di hati remaja Indonesia saat ini yang notabene hari-hari mereka diliputi dengan pacaran.Tetapi bagaimana dengan remaja yang produktif, yang berpikir masa depan, yang aktif dalam berorganisasi, apakah mereka sangat terhibur dengan acara yang bertajuk nonproduktif tersebut. Kalau begitu dilihat dari acaranya saja kita sudah tahu bahwa reality show tersebut hanya menayangkan bagaimana kehidupan orang kasmaran, orang jatuh cinta, dan orang yang lagi marahan sama pacarnya. Kalau dilihat dari asal kata rality show sendiri, dengan analisis bodoh seperti ini “reality” yang berarti realitas, kemudian “show” yang berarti pertunjukan. Dengan kata lain bahwa reality show dapat diartikan sederhana seperti pertunjukan realitas, berarti realitas bangsa Indonesia yang ditunjukkan dalam RS ‘cinta’ itu seperti yang ditayangkan itu? Kita buktikan bagi siapa saja yang pernah menonton RS seperti “katakan cinta”,”kontak jodoh”,”playboy kabel”, dll., terbukti kan bahwa kegiatan mereka di situ nggak ada manfaatnya sama sekali.Bahkan yang lebih parah lagi ada acara sejenis “pencarian jodoh” malah diisi dengan acara tukar pasangan segala demi mendapatkan jodoh yang cocok.Berarti secara tidak langsung acara seperti itu bisa memengaruhi pasangan untuk gonta-ganti pasangan atau bahkan mengajari sahnya perceraian, kita lihat saja bagaimana peserta bermesraan seperti itu terus ganti pasangan dengan kemesraan yang sama , duh…duh…duh…apa mereka tidak peduli dengan keadaan bangsa mereka ke depan saat mereka menjadi orang tua nanti?Di luar sana orang-orang pada ribut masalah kebangkitan nasional, bagaimana mau bangkit kalau pemuda Indonesia hanya memedulikan “hasrat” mereka saja. Padahal tidak menutup kemungkinan bahwa pemuda saat inilah yang didambakan bangsa ini untuk membawa Indonesia menjadi lebih maju, sehingga tidak perlu menunggu tua untuk peduli pada bangsa ini. Ya, mulai dari sekaranglah harusnya jiwa muda kita diisi dengan hal-hal yang produktif. Banyak sekali yang bisa kita lakukan saat ini.Jadi relity show yang bertumpu pada cinta itu, menurut saya kurang bertanggung jawab terhadap bangsa ini terutama pemuda. Dalam hal ini masihkah kita akan berpacaran dengan hal-hal yang terbungkus romantis itu? atau kita bergerak untuk bangsa ini? Yang jelas acara-acara hiburan memang perlu tapi yang lebih penting lagi jika kita mampu menghibur orangtua kita dengan prestasi kita.Menghibur bangsa dengan pa yang mampu kita persembahkan untuk bangsa ini. Contohlah teman-teman kita yang aktif berorganisasi,yang menang olimpiade mapel,dll.OK,SEMANGAT!

Mei 23, 2008 Ditulis oleh muhammad syukron | opini | | No Comments Yet

Kebangkitan Awal Perjuangan

Sempat terpikir nggak kalau lihat Thomas Cup kemarin, seperti melihat keadaan bangsa kita atau bahkan itu harus jadi pelajaran buat kita? Ya, kalau aku pikir-pikir memang benar sih. Aku juga merasakan hal itu, ternyata para pemain badminton itu punya semangat dan motivasi tinggi sekali. Terlihat ketika mereka bermain, dengan sekuat tenaga mereka mempertahankan point mereka, untuk siapa? Ya tentu untuk bangsa mereka. Begitu mulia tugas mereka, dengan keringat mereka, mereka berjuang membela bangsa, terus sempat terpikir olehku juga ketika mereka ketinggalan point dari lawan, mereka tak kenal menyerah, terus, dan terus berusaha untuk menyaingi musuh mereka. Bahkan para penonton atau suporter tak tanggung-tanggung meneriakkan nama Indonesia untuk wakil mereka.

Kalau dianalogikan pemain badminton dari Indonesia tu seperti Indonesia, gimana nggak bagus, mereka bisa mengalahkan Belanda, Jerman, Inggris, Thailand. Wah…kalau seperti itu berarti Indonesia bisa mengalahkan negara maju dong. Dan tetep ingat suporternya bisa dijadikan seperti rakyat lho? Jadi rakyat tetap mendukung negaranya karena kekuatan negara itu yang bagus.

Jadi kesimpulannya bisa nggak ya Indonesia disamaakan dengan pemain badminton? Kalau menurut aku sih bisa-bisa saja lah. Kan pemain bulu tangkis itu kan juga sudah belatih dan berpengalaman jadi mengapa tidak? Optimis sekali ya? Ya.. emang harus optimis untuk jadi manusia karena kita yang bisa yang menyelamatkan bangsa ini, seperti judul buku barunya pak Amin Rais Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia! yang cukup membuat kita tergugah, karena memang menggambarkan konsep negeri ini yang sedang terdesak berbagai macam masalah, dari mulai korupsi, penjarahan hutan, kemiskinan, dll.

Untuk itu marilah kita seperti pemain bulu tangkis yang selalu ingin bangkit demi bangsanya. Optimis menghadapi lawan dan siap berjuang untuk menang dengan jiwa raganya.Ayo bangkit Indonesia!

Mei 15, 2008 Ditulis oleh muhammad syukron | opini | | 1 Komentar

Arti Hidup

Yang jelas sampai saat ini aku belum menemukan konsep hidupku, apakah setiap orang juga sepertiku? Tak jelas lah, aku merasa hanya aku yang belum mengenal arti hidupku. Sempat juga aku mikir kalau anak manja seperti aku tu hanya menggantungkan hidup untuk orangtuaku saja. Dan seperti itulah yang ku tahu saat ini, mungkin sobat para visitors bisa membantu ku untuk mencari kamus hidup ini. Dan aku juga merasa aku belum memberikan yang terbaik untuk orang-orang terdekatku. Sering kali aku menuruti hal-hal yang tidak berguna sama sekali. Tetapi setelah itu aku mengetahui bahwa aku inii manusia terbodoh di dunia. Orang-orang pada ngomongin tentang kebangkitan nasional.Tapi, bagaimana dengan diriku yang belum bangkit ini. Aku harus bangkit untuk negeriku!

Mei 14, 2008 Ditulis oleh muhammad syukron | 1, perasaan | | 1 Komentar

Aku Bangga Indonesia!

Tadi malam aku sempat-sempatin nggak belajar gara-gara nonton Thomas Cup. Sebenarnya aku pengen banget belajar, tapi ya gimana lagi aku nggak pengen melewatkan tim Indonesia itu. Babak pertama antara tunggal Indonesia si Sony Dwi Kuncoro, peringkat 6 dunia itu, melawan pemain Thailand(ah entahlah siapa namanya), menit-menit awal sih nampak ada harapan kemenangan, tapi setelah itu mulai kelihatan deh kesalahan-kesalahan yang dilakukan si Sony, dan….kita tahu lah akhirnya Thailand harus tersenyum untuk menang lebih awal di Tunggal Putra ini. Dan kemudian di ganda putra, Indonesia bisa mengejar 1 point dengan kombinasi antara Markis Kido itu. Berikutnya di Tunggal ke-2 ada Taufik Hidayat dengan peringkat 7 dunia itu tapi akhirnya pemain yang aku banggakan karena ketenangan bermainnya, harus kalah dalam 2 babak, kecewa aku dan hampir-hampir aku mau meneruskan belajar. Tapi, di partai selanjutnya ada ganda putra lagi yang akhirnya bisa menang melawan ganda Thailand. Dan terakhir nih… setelah mendapatkan point yang sama 2-2 antara Indonesia dan Thailand, akhirnya muncul sosok Simon yang “wow” dia bisa mengungguli lawanya dengan skor 21-12 (babak 1) dan 21-11 dibabak ke dua, huh syukurlah ,tak sia-sia aku ngerelain nggak belajar gara-gara event 2 tahunan ini. Akhirnya aku bisa bangga dengan Tim Indonesia, karena aku memang suka bulu tangkis, jadinya ya aku bela-belain deh, walau nggak sampai ke GOR Senayan, tapi aku merasakan suasana di sana. Dan setelah mengungguli Thailand dengan point 3-2 harusnya tim Indonesia lebih semangat di pertandingan berikutnya. Dan satu lagi harus belajar dari pertandingan tadi malam, bahwa atlet senir seperti Sony Dwi dan Taufik Hidayat kalah dengan lawan mainnya padahal lawan main mereka masih menduduki peringkat di bawah Sony dan Taufik, malahan yang berjaya tim ganda dan Simon yang satu-satunya bocah peringkat 15 dunia yang bermain tunggal untuk Indonesia dan menang.Jadi harus diberi seamngatlagi buat yang muda-muda dan terus jaga stamina buat yang tua, jangan meremehkan musuh, dan tetap semangat. Bangkitlah Indonesia!

Mei 12, 2008 Ditulis oleh muhammad syukron | news | | No Comments Yet