Takut Kuliah?
Banyak teman-temanku yang sedang gencar-gencarnya ngikutin ujian masuk perguruan tinggi yang mereka inginkan, tetapi tak sedikit juga dari teman-temanku yang tenang2 aja, dalam artian mereka ada yang bingung mau ngelanjutin kuliah ke mana, ada yang ingin konsen dulu ke belajar bwt Ujian Sekolah, ada juga yang ingin ke sekolah yang berstatus “kedinasan” biar langsung ditempatin kerja sama pemerintah. Pada dasarnya mereka punya cita2 yang tinggi, pengen jadi ini,itu,dll. Tapi baru sedikit dari mereka yang pengen ngelanjutin kuliah program S1, rata-rata dari mereka pengennya yang langsung kerja biar ga’ usah mikir + langsung dapat uang.Begitulah alasan mereka ,tapi sebagian dari mereka juga ada yang pengen kuliah tapi terbentur sama biaya, sehingga dari pihak orangtua mereka pun tidak setuju dengan keinginan mereka untuk kuliah.Sebenarnya hal seperti itu emang sudah sering terjadi, tapi karena memang rata-rata biaya untuk kuliah tu mahal, bahkan disusul dengan biaya hidup yang mahal juga. Di dukung dengan yang lagi “ngetrend” di seluruh negara berkembang yaitu “Pengangguran”, bahwa yang ditakutkan orang tua saat ini adalah nanti setelah dibiayai ddengan mahal-mahal untuk kuliah, toh akhirnya nganggur juga. Ada survey yang membuktikan bahwa rata-rata pengeluaran mahasiswa itu bisa mencapai Rp 10 juta selama kuliah, dan hal seperti itulah yang menambah “pelitnya” orangtua untuk berinvestasi buat pendidikan anaknya. Dari hal-hal seperti itulah menyebabkan yang memiliki kemampuan secara otak untuk kuliah tetapi tidak bisa kuliah karena terbentur biaya. Padahal menurut pakar-pakar pendidikan bahwa kuliah tu prioritas utamanya memang tidak buat cari kerja, tetapi dari kuliah itu sendiri mahasiswa dituntut untuk bisa meningkatkan profesionalisme berbasis ilmu yang bisa bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari atau bermanfaat bagi masyarakat. Kuliah juga bisa sebagai sarana untuk menambah jaringan kerja “network” yang mana bisa digunakan untuk saling merekruit orang-orang yang bisa diajak kerjasama untuk saling membantu dalam dunia kerja. Jadi kuliah tu bukan untuk jadi pekerja biasa tapi ada keprofesionalan dalam diri mahasiswa. Jadi untuk jadi mahasiswa biasanya yang bisa membantu kita untuk mencari rekan atau relasi kerja kita harus bisa belajar berorganisasi, karena dengan berorganisasi kita akan berhubungan dengan orang lain dan bisa menambah relasi.Katanya kuliah mahal? Memang. Tapi di dunia ini apa sih yang ga’ mungkin buat orang optimis? Kita bisa saja cari beasiswa kan selama kuliah. Dan kabarnya di dunia mahasiswa tu yang namanya beasiswa banyak banget tinggal bagaimana saja kita mencarinya.Ada lagi nih! kalau kita punya relasi sama kakak kelas kita di kuliah kita nanti, kita juga bisa dibantu lho sama mereka, misalnya cari bahan kuliah atau cari beasiswa. Pokoknya ga’ ada yang ga’ mungkin bagi orang yang mencari Ilmu, semuanya mugkin asal kita optimis dan tawakal. SELAMATKAN INDONESIA!

jangan ragu masuk IPS
Sudah dua tahun aku masuk program IPS, tapi aku nggak nyesel kok masuk IPS.Tahu nggak di IPS aku tu malah makin dewasa karena orang-orang di IPS tu aneh2 dan punya karakter yang berbeda-beda. Tapi kalau ada yang bilang anak IPS tu nakal2 ya emang bener sih. Nakal kalau menurut aku sih emang wajar ya karena anak2 seumuran SMA tu lagi berusaha menemukan jati diri gitu, jadi ya caranya macem-macem ada yang CaPer, ada yang cuek ada yang kasar , ada juga yang pendiem. Hal yang paling penting dari manfaatnya masuk prog. IPS adalah kita bisa berpikir manusiawi selama pelajaran. Soalnya pelajaran2 di IPS tu nggak jauh2 dari masyarakat atw lingkungan kita lho. Emang sih anak2 yang masuk IPS tu rata2 buangan karena tidak lolos seleksi masuk IPA, jadinya kemungkinan anaknya tu kadang terlihat males-malesan sama pelajaran. Di IPS kita bisa belajar bermasyarakat yang tidak bisa kita temukan di IPA karena rata-rata pelajaran di IPS tu banyak menggunakan komunikasi secara lisan maupun tulisan, jadi banyak ke model2 wawancara dan public speaking gitu lah. Oh Iya guruku juga pernah bilang kalau anak IPS tu berbakat buat jadi pemimpin lho. Setelah aku pikir-pikir benar juga sih soalnya kita kan dituntut buat bermasyarakat dan pelajaran-pelajaran yang kita dapet di IPS seperti Sosiologi, Ekonomi itu juga bermanfaat lho buat memenej atw mengatur kehidupan masyarakat. Untuk itu ngapain ragu lagi, ayo masuk IPS
-
Arsip
- Juni 2009 (2)
- Januari 2009 (1)
- Desember 2008 (2)
- November 2008 (1)
- September 2008 (2)
- Agustus 2008 (3)
- Juli 2008 (2)
- Juni 2008 (2)
- Mei 2008 (11)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS