Sadam90′s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Serba-serbi amanah

“wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu menghianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” Al Anfal ayat 27.

Berbicara mengenai amanah memang kadang orang berfikir itu sesuatu yang harus dihindari, karena bisa jadi itu terlalu berat tanggungjawabnya dan juga tidak kecil dosanya ketika menghianati amanah tersebut.

Satu hal,”amanah dakwah” yaitu lebih kepada suatu pemberian (given) tugas dari Allah SWT melalui manusia dengan berlandaskan kepercayaan dari satu orang ke orang lain,dengan jalan musyawarah dan mufakat, yang itu bisa dijadikan sarana pembelajaran untuk menjadi orang yang bertanggungjawab atau menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

Beberapa aktivis dakwah memandang ada 2 hakikat amanah, yaitu sesuatu beban kepemimpinan atau tanggungjawab yang sudah di plot atau sudah ditentukan jauh-jauh hari untuk orang-orang tertentu, ada juga yang memandang bahwasanya itu amanah Allah yang diberikan kepada kita melalui tangan-tangan manusia yang mempercayai kita. Dua pemahaman yang sangat berbeda untuk menyikapi sebuah amanah, dan memang perlu ada tanggapan untuk hal-hal tadi,

1. amanah itu bukan merupakan barang murah yang bisa diobral kemana-mana bisa dengan mudah diberikan kepada siapapun tanpa melalui mekanisme syuro’, amanah itu merupakan tanggungjawab besar yang mana setiap kita tidak boleh mengincar,meminta, apalagi memberikan cuma-cuma kepada orang lain yang belum tentu kompeten, harus melalui mekanisme syuro’ yang jelas. Walaupun pada kenyataannya dalam proses kaderisasi seringkali pemberian amanah itu dilihat berdasakan pada pengalaman,kecenderungan,dan juga kebutuhan. Terkadang orang menilai pengalaman lebih kepada seberapa produktif dia di posisi sebelumnya, sehingga di awal mungkin sudah diarahkan untuk ke bidang atau posisi yang sudah ditentukan di awal. Dan itu sebenarnya diperbolehkan asalkan harus ada niatan yang lurus di dalamnya, misalkan cara pengarahannya tidak dengan cara yang terbuka sekali kepada objek yang diarahkan, akan tetapi benar-benar dengan pendekatan yang sangat bersahabat dan juga tidak terkesan memploting, intinya jelas hanya di arahkan. Contoh kasus, yang terjadi di BPPI saat ini adalah kurangnya sense mengkader yang bersifat mengarahkan seperti ini.Sehingga yang terjadi adalah kurangnya kader yang lanjut ke BPPI apalagi yang harus jadi PHT. Untuk itu supaya lebih mudah dalam pengelolaan kader ke depan cara seperti ini sangat efektif untuk dilakukan.

2. Sulitnya memahamkan bahwasanya amanah adalah pemberian dari Allah, dan kita tidak boleh menolak ketika amanah tersebut kepada saudara-saudara kita, hal ini disebabkan karena kurangnya penjagaan pemahaman dalam hal kelurusan niat dan kesabaran karena hakikatnya dalam menjalani aktifitas dakwah yang diperlukan adalah keikhlasan, kesungguhan

Januari 12, 2011 Posted by | opini | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.