Sadam90’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

kasihan anak-anak kecil indonesia

Pernah lihat kan acara Idola Cilik?ya, salah satu ajang pencarian bakat buat anak-anak usia SD yang masih punya banyak waktu luang untuk bermain. Mereka diuji kebolehannya untuk bernyanyi dihadapan jutaan masyarakat Indonesia. Orangtua mereka pun juga mendukung anak-anak mereka tersebut untuk mengikuti ajang mencari ketenaran ini.Proses seleksinya juga begitu instan,tak jauh beda dengan proses seleksi Indonesian Idol yang sama-sama mencari bakat dalam bidang tarik suara tersebut. Setelah lolos seleksi mereka harus konser 2 kali dalam sepekan dan itu tidak memberatkan mereka karena itu diluar jam sekolah.Seperti halnya Indonesian Idol, Idola cilik ternyata juga memakai acara eliminasi yang begitu menegangkan,dan formatnya agak sedikit berbeda karena menggunakan model rapor merah dan biru kalau biru artinya masih aman tetapi kalau merah tidak aman.

Pernah tau juga kan Pildacil(pemilihan dai cilik)? Ya sedikit berbeda dengan idola cilik,kalau pildacil lebih mementingkan aspek religius yaitu untuk mengetahui atau mencari bakat da’i dari anak-anak, dan acara ini cukup mendapatkan tempat di hati masyarakat karena terbukti bahwa pildacil ini terdiri dari beberapa seri dan atensi masyarakat Indonesia pun begitu antusia karena rating yang cukup tinggi untuk sebuah acara televisi.

Ada beberapa sisi yang baik dan buruk dari acara tersebut yang memang mencari bakat anak-anak usia sekolah. Sisi baiknya yaitu anak-anak menjadi tambah percaya diri, sedikit lebih dewasa karena harus menerima kegagalan dan keberhasilan, bisa menjaga image mereka, karena mereka harus berhadapan dengan jutaan penonton,kemudian tambah teman dan sosialisasi yang tinggi.

Sisi yang kurang baik bagi perkembangan fitrah mereka sebagai anak-anak yaitu belum bisa mengeksplor karakter mereka seperti apa,mereka hanya diarahkan untuk bergaya seperti orang lain, seperti penyanyi top dengan model penampilan tentunya yang sama dengan artis tersebut. Memang benar masa-masa SD itu menurut ilmu sosiologi sebagai fase masa meniru tokoh pujaan, tetapi apakah pujaan hati anak-anak itu harus dipersempit sebatas selebritis saja, masih banyak kan tokoh yang bisa jadi teladan hidup, kalau dalam Islam seperti Nabi Muhammad, Kemudia yang kedua yaitu kecenderungan orang tua untuk secara tidak langsung mengkomersilkan mereka dan itu membuat peran orangtua sebagai manajer keuangan mereka saja,dan anak-anak yang harus kelelahan mencari uang apabila sudah terkenal,kemudian yang ketiga yaitu anak-anak tidak mengenal dirinya sendiri dan cenderung menganggap dunia hiburan sebagai tujuan hidup yang utama dan itu membuat mereka tidak peduli dengan hakekat mereka di dunia ini untuk beribadah dan bisa jadi dengan padatnya jadwal mereka mereka jadi lupa dengan ibadah dan tidak peduli dengan permasalahan-permasalahan bangsa, dan bisa jadi hilang jiwa kepemimpinan dan kepedulian mereka.

Saya punya sedikit saran sebagai mantan anak kecil saya juga dulu punya cita-cita yang hampir sama dengan anak-anak yang lain tetapi saya ingin anak-anak yang sekarang masih anak-anak tersebut harus mendapatkan bentuk pendidikan yang benar dari kedua orangtuanya,yaitu bisa belajar dari laskar pelangi seperti yang pernah kita lihat yaitu anak-anak yang banyak belajar dari alam dan penuh dengan cita-cita,jangan terlalu berharap anak-anak untuk terkenal karena mereka ingin dipuji,tetapi ajari anak-anak untuk terkenal karena prestasi yang benar-benar bermanfaat seperti olimpiade, kemudian biarkan anak bersosialisasi dan berikan pilihan cita-cita yang selalu berorientasi pada kemanfaatan jangan yang berbau hiburan dan keglamouran.

take care our child

Januari 13, 2009 Ditulis oleh muhammad syukron | opini | | 4 Tanggapan