Sadam90’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

akhir dari kapitalisme

Adalah awal yang baik ketika presiden SBY mengajak kita untuk optimis, Gubernur BI mengajak untuk tidak panik, dan Menkeu Sri Mulyani mengadakan “rapat darurat”, giat memantau situasi perekonomian global. Namun ada baiknya pemerintah mendengarkan dengan serius pendapat-pendapat lain di lingkungan pemerintah terutama yang lebih kritis dari ekonom-ekonom di luar pemerintah.

Malapetaka finansial AS, yang kemudian berubah menjadi malapetaka ekonomi,tidak lepas dari fundamentalisme AS yang telah di yakini presiden Bush dan telah dicicipi oleh Presiden Reagan, yang menyatakan bahwa pasar itu jangan di atur, atau yang biasa kita sebut dengan pasar bebas (laisseZ faire),

Di AS terjadi kepanikan. Tokoh investasi AS Warrent Buffet mengisyaratkan bahwa kehancuran ekonomi AS ibarat kehancuran Pearl Harbour akibat serangan pasukan Jepang, berarrti begitu dahsyatnya bukan? Harga-harga saham di dunia turun berguguran, Dow Jones terjun bebas melampaui 600 poin sbg rekor terendah selama 4 tahun.Index saham yang lain juga turun. Meminjam pendapat dari Sri Edi Swasono bahwa, asumsi para fundamentalis pasar bahwa pasar adaalh maha tahu(omniscient) dan maha ampuh (omnipotent) yg secara otomatis bisa mengoreksi diri dan mengatur sendiri melalui tangan silumannya(invisible hand), menunjukkan bukti omong kosongnya. Bahkan talngan USD 700 miliar tidak mampu meredam krisis finaansial dan kepanikan.Berarti ideologi neo liberalisme sudah mulai diragukan pembenarannnya.

Kerakusan kapitalisme

Krisis financial di AS adalah akibat kerakusan kapitalisme. Kredit awut-awutan melaju dan mengakibatkan kredit berkembang tanpa kehati-hatian. Diawali oleh krisis sub-prime mortgage,kredit pemilikan rumah di AS tahun lalu yang dijaminkan dan diperkirakan menggelembung mencapai USD 2 trilyun, menjadi utang penuh risiko dan menyandang utang beracun (toxic debt) karena nyaris tanpa jaminan. Dan telah menjadi keheranan kita bersama kenapa hal ini tidak segera diwaspadai.Acara TV Oprah pun mengungkapkannya sebagai life style “lebih besar pasak dari pada tiyang” melalui hipnotisme kartu-kartu kredit. Kartu-kartu kredit menambah affluency dan pemborosamn konsumtif, merubuhkan sendi-sendi ekonomi seperti kartu domino.

Dan ternyata seperti itulah kapitalisme yang semakin terlihat rakus, bahkan menganggap kerakusan adalah baik.

surat-surat kredit berkembang melalaui jaminan-jaminan yang dijaminkan (collateralization of collateral) berupa derivatif-derivatif.Akibatnya berubah menjadi modal-modal semu, sebagai buih (bubble loans) sebagai suatu proses creating wealth out of nothing.

Pengaruh terhadap Indonesia

Ekonomi Indonesia tidak terlepas dari krisis keuangan AS ini. Modal dan transaksi ekonomi dengan AS cukup aktif dalam perekonomian Indonesia. Ya, karena memang AS sebagai tujuan ekspor Indonesia nomor 2 setelah Jepang. Lehman Brothers yang telah menyatakan diri bangkrut , karena utang yang mencapai USD 600miyar, telah banyak melakukan investasi di perusahaan-perusahaaan besar di Indonesia, dan berarti pengaruhnya pun sangat terasa. Akibat langsung kita saksiakn, saham-saham perusahaan2 Indonesia yang terkait dengan Lehman Brothers anjlok jauh sekali di atas rata-rata anjloknya saham-saham di Indonesia.

Ada yang bilang modal asing jangka pendek termasuk yang di tahan di Bursa di Indonesia mencapai sekitar USD 500 milyar, karena itu kita harus waspada dengan adanya pelarian modal yang besar-besaran ke Indonesia, untuk itu perlu di ciptakan kesempatan menghasilkan yields yang menarik di Indonesia.

ekspor sejak Agustus menurun dan impor merajalela. Kita harus hemat devisa , dana-dana di Indonesia di Luar negeri harus selalu di pantau,agar tidak terjadi kemandegan di luar negeri. Hal itu juga untuk menahan pelarian modal.

catatan akhir

Sekarang menjadi pilihan Indonesia untuk mengambil langkah demi terciptanya kestabilan perekonomian di dalam negeri, walaupun tidak bisa dipungkiri dalam diri kita masih terdapat rasa panik yang diwujudkan dengan konsumsi yang berlebihan dengan asumsi “mumpung belum krisis”, padahal perilaku tersebut sangatlah berlebihan karena expectation kita negatif(pesimis) terhadap masa depan. Sebagai manusia yang pro dengan ekonomi kerakyatan penulis berharap bahwa sekaranglah saatnya kita untuk tidak percaya dengan konsep neo-liberalisme, kita tahu cacatnya sekarang.

Kebenaran akan cacatnya sistem ekonomi liberal yaitu:

  • self interest (individual), takseharusnya kita sebagai bangsa Indonesia yang selalu mengutamakan persatuan, malah saling mementingkan dirinya sendiri, di balik kebahagiaan kita ada penderitaan orang lain.
  • eksploitatif
  • rakus
  • segalanya bebas:-feree entries, bukan berarti barang bebas masuk, tetapi juga bebas mengakuisisi perusahaan orang lain._free exit, bukan berarti perusahaan itu mengeluarkan barang ke luar negeri saja tetapi juga banyak perusahaan yang kalah bersaing dan “bebas” gulung tikar.

Perlu ditegaskan di sini bahwa prinsip di Indonesia itu sangat perfek, degan adanya pasal yang mengandung penyejahteraan warga negara yaitu tiap-tiap warga negara berhak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak, kemudian tujuan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga semestinya baik bukan pertumbuhan ekonomi dalam hal konsumsi saja, tetapi dalam hal produksi, dan pemberantasan kemiskinan bukan pemberantasan orang miskin yang akan dibuat mall-mall yang jelas-jelas menguntungkan pengusaha besar. INDONESIA SADAR!


November 5, 2008 Ditulis oleh muhammad syukron | opini | | 1 Komentar