Sadam90’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

1 Ramadhan 1429 H

Jam menunjukkan pukul 02.00 WIB, tapi suara rintihan tangisan bayi yang merindukan asupan gizi dari ibunya sudah mulai terdengar, ya itulah Sulthan keponakanku, buah hati pertama kakakku. Suaranya tidak begitu keras seperti biasanya tetapi bisa membangunkan orang yang sudah terlelap, walaupun terhalang dinding antara kamarku dan kamar bayi itu. Sekilas aku memutar ingatanku dan ternyata hari ini awal bulan ramadhan dan sekaligus awal makan sahur di bulan ini. Karena masih sekitar i jam lagi lalu aku balikkan badanku untuk meneruskan tidurku.

Tiba-tiba saja mataku terbuka lagi dan ternyata jam dinding itu masih menunjukkan pukul 03.00, sebenarnya juga bisa untuk makan sahur tetapi karena makan sahur belum disiapkan dan lebih afdhol kalau mengakhirkan waktu sahur nanti sekitar pukul 03.45 wib. Lalu aku memejamkan mataku lagi sambil berharap makan sahur sudah disiapkan.

Pukul 03.30 WIB dan benar harumnya hidangan sahur sudah kucium sebelum aku membuka mataku. Lalu suara kakakku memanggil semuanya untuk makan sahur, memang Ramadhan kali ini aku tinggal bersama keluargaku supaya aku bisa termotivasi untuk rajin beribadah. Setelah aku mencuci muka dan minum air putih, akhirnya kami berdoa untuk memulai makan.

Belum sempat sendok mengambil sayur, tiba-tiba terdengar bunyi panggilan telepon dari handphone kakakku, langsung kakakku mengambil HPnya dan mengangkatnya seraya mengucapkan salam,”assalamu’alaikum” kata kakaku, tidak terdengar suara si penelepon karena tidak di loudspeaker dengan aktif, tiba-tiba mas Eko (kakakku penerima telepon-pen) terdiam beberapa saat, tak lama kemudian mas Eko berkata “mbah putri meninggal”. Dek, sepintas bayanganku melintas ke sesosok wanita tua yang dulu, ketika aku masih SMA selalu memintaku untuk mengantarkannya kontrol ke dokter, lalu kuucapkan secara reflek “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un”. Dan aku heran kenapa aku tak langsung menangis padahal dia nenekku satu-satunya, karena nenekku yang dari ayahku sudah meninggaal waktu aku masih SMP.

Aku berpikir lagi kenapa semua begitu cepat, aku membayangkan sesosok wajahnya yang memang sudah tua selalu memikirkan anak-anaknya, cucu-cucunya dan bahkan buyutnya yang sekarang ada di dekapan kakakku. Ya, mungkin memang inilah jalan yang diberikan Allah untuknya ,ketika waktu sakaratul maut pun tak ada seorang pun yang mengetahuinya termasuk kakekku yang waktu itu tidur sekamar dengan nenekku. Ya Allah aku hanya berharap kepadamu di akhir hayatnya ini kKau begitu mempermudah waktu pulangnya, dan aku berharap jadikan ini akhir yang baik (khusnul khotimah ) baginya.

Akhirnya awal bulan Ramadhan ini menjadi awal berduka bagi keluargaku, tapi aku berharap semoga ini menjadi hikmah bagi aku dan keluargaku, bahwa maut bisa datang kapan saja dan mengenai siapa saja. Semoga kami sekeluarga semakin khusyuk di bulan yang suci ini.

September 3, 2008 - Ditulis oleh muhammad syukron | cerita ramadhan | | 1 Komentar

1 Komentar »

  1. Innalillahi wa Innailahi rojiun…
    kemarin juga di hari pertama ramadhan rektor UNY, Prof. Sugeng Mardiyanto juga meninggal..

    Semoga amal mbah dan Pak Sugeng diterima di sisi Allah..

    Komentar oleh Zulfi | September 4, 2008


Tinggalkan komentar