Sadam90’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

surat untuk sahabatku

Sahabat,

Kini waktu telah tiba, waktu apa? Waktu untuk berpisah walau hanya terpisah jarak dan waktu. Aku harusnya tak secepatnya membuat keputusan ini karena aku baru saja mengenal kalian. Seharusnya sahabat yang baik itu tak kan meninggalkan sahabatnya begitu saja, tetapi pergi bersama-sama dan berjuang bersama-sama sampai akhir hayat.

Kepergian harusnya bukanlah hal yang membuat perpisahan ada, tetapi memang seperti itulah kenyataannya yang membuat kita terpisah jarak karena perpisahan. Aku juga ingin lebih mengenal kalian, tak akan pergi begitu saja. Karena mengenal kalian adalah karunia yang berharga buatku, kalian itu beda, kalian hebat, pokoknya kalian segalanya untukku.

Ketika kali pertama aku mengenal kalian, aku begitu yakin dengan tidak malu-malu bahwa inilah duniaku, dunia bersama kalian, Aku bangga bersama kalian, sehingga ketika aku dalam sedih, bersama kalian aku jadi bahagia lagi.

Begitu cepat ya perpisahan ini? Kalaupun kita terpisah oleh jarak , aku yakin kita akan bertemu kembali suatu saat, walaupun ingatanku penuh dengan memori kesibukanku, tetapi masih ada celah untuk mengingat kalian. Aku yakin walau tanpa aku kalian bisa berjuang, kalian memang hebat.

Aku minta maaf kalau selama ini aku punya salah ucap, perilaku, dan salah pendengaran. Aku yakin kalian adalah teman yang pemaaf. Dan perlu diingat selamanya kalian adalah keluarga, jadi tidak usah kalian terlalu menutup-nutupi antar sesama, kalian adalah satu selamanya harus bersatu untuk mencapai tujuan.

menjadikan kaki sebagai penopang beban agar selalu tegak itu adalah hal sulit, tetapi keteguhan dan keyakinan untuk terus selalu berjuang adalah kuncinya

Allah tidak butuh banyak kata darimu, bersegeralah rindukan syurgaNya

Agustus 8, 2008 - Ditulis oleh muhammad syukron | 1, perasaan | | & Komentar

& Komentar »

  1. Berpisah raga, tapi jiwa kita akan terus bersama… dalam perjuangan mewujudkan mimpi dan idealisme kita… Amien!!

    sip-sip insya Allah ada yang Maha Penjaga ukhuwah yang akan tetap mempersatukan kita

    Komentar oleh Zulfi | Agustus 16, 2008

  2. Subhanallah. Ane jadi nagis nih. perpisahan adalah sebuah sunahtulloh yang tak mungkin kita hindari. Sebuah persahabatan atau kalau dalam islam disebut ukhuwah adalah indah. saling memahami, saling menolong, bahkan saling menanggung. Buat Sukron perjuangan masih panjang, jangn pernah berhenti. Buat Fais, Deva, Radi, Afeb, Huda, Didik, Hadi (kapan ya dapat hidayah. he… he…he…) kalian adalah Saudaraku kenangan bersama kalian di jalan dakwah ini tidak pernah terhapus.

    Jangan nangis mbak! hematkan air mata kita untuk hal-hal yang lebih besar, yang akan lebih banyak menguras air mata

    Komentar oleh ida_mgl | Agustus 23, 2008

  3. Asslm
    Wah jangan katakan berpisah dong!!!.
    Syukran bukankah kita masih bisa dekat dengan selalu kita berdakwah, walau g ada disanpingmu langsung tapi tu rasanya dekatkan?
    Yuk besok kita ketemu lagi dari SURGA ALLAH dalm kecintaan padanya!..

    amien…amien…semoga masih ada t4 untuk kita di syurgaNya

    Komentar oleh achmadsafari | Agustus 24, 2008

  4. oh ya ada lomba blog lho…
    lebih jelaanya tanya deva ja!..

    Komentar oleh achmadsafari | Agustus 24, 2008

  5. gak nangis kok, tapi terharu.

    Komentar oleh ida_mgl | Agustus 26, 2008

  6. aslm.

    Wah, ternyata. sebegitu berharganyakah diri kita di dalam hati antm? Syukron2, insya Alloh kita akan dipertemukan kembali di SurgaNya. tetep berjuang, tetep semangat.
    tanggal 27 September ikutan KRT ya???

    insyaAllah ya mas

    Komentar oleh andrianteas | September 1, 2008


Tinggalkan komentar