surat untuk sahabatku
Kini waktu telah tiba, waktu apa? Waktu untuk berpisah walau hanya terpisah jarak dan waktu. Aku harusnya tak secepatnya membuat keputusan ini karena aku baru saja mengenal kalian. Seharusnya sahabat yang baik itu tak kan meninggalkan sahabatnya begitu saja, tetapi pergi bersama-sama dan berjuang bersama-sama sampai akhir hayat.
Kepergian harusnya bukanlah hal yang membuat perpisahan ada, tetapi memang seperti itulah kenyataannya yang membuat kita terpisah jarak karena perpisahan. Aku juga ingin lebih mengenal kalian, tak akan pergi begitu saja. Karena mengenal kalian adalah karunia yang berharga buatku, kalian itu beda, kalian hebat, pokoknya kalian segalanya untukku.
Ketika kali pertama aku mengenal kalian, aku begitu yakin dengan tidak malu-malu bahwa inilah duniaku, dunia bersama kalian, Aku bangga bersama kalian, sehingga ketika aku dalam sedih, bersama kalian aku jadi bahagia lagi.
Begitu cepat ya perpisahan ini? Kalaupun kita terpisah oleh jarak , aku yakin kita akan bertemu kembali suatu saat, walaupun ingatanku penuh dengan memori kesibukanku, tetapi masih ada celah untuk mengingat kalian. Aku yakin walau tanpa aku kalian bisa berjuang, kalian memang hebat.
Aku minta maaf kalau selama ini aku punya salah ucap, perilaku, dan salah pendengaran. Aku yakin kalian adalah teman yang pemaaf. Dan perlu diingat selamanya kalian adalah keluarga, jadi tidak usah kalian terlalu menutup-nutupi antar sesama, kalian adalah satu selamanya harus bersatu untuk mencapai tujuan.
menjadikan kaki sebagai penopang beban agar selalu tegak itu adalah hal sulit, tetapi keteguhan dan keyakinan untuk terus selalu berjuang adalah kuncinya
Allah tidak butuh banyak kata darimu, bersegeralah rindukan syurgaNya
-
Arsip
- Juni 2009 (2)
- Januari 2009 (1)
- Desember 2008 (2)
- November 2008 (1)
- September 2008 (2)
- Agustus 2008 (3)
- Juli 2008 (2)
- Juni 2008 (2)
- Mei 2008 (11)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
