masih pantaskah untuk “tidur siang”?
jam 12.46 siang hari
“bangun..bangun…bro,,bangun..eh bangun..,udah saatnya nemuin Pak Heru nih, kita harus segera nemuin beliau,masalahnya sejam lagi dia mau terbang ke Jakarta, ada pertemuan pembantu dekan III se Indonesia. Kita belum dapat tandatangan beliau ni,kalo nggak sekarang bakal berabe proposal Tabligh akbar kita”,tanya sang kepala bidang Syiar kepada stafnya yang sedang tertidur pulas di mushola gedung kegiatan mahasiswa.
“..huuh,ganggu aja sih ente,ane kan seharian belum tidur siang nih, capek banget, tadi pagi syuro,terus habis itu kuliah,terus ketemu sama dosen pembimbing PKM ku,ni mau istirahat bentar,apalagi tambah belum ssarapan siang nih…ntar ya sejam lagi deh..” Jawab si Ardi staf Bidang syiar yang harusnya dapat tugas untuk minta tanda tangan Pak Heru untuk kegiatan tabligh akbar bidang mereka..
Wuzz Up..?/
Apakah dialog itu sering kita hadapi?di saat orang lain sedang membutuhkan bantuan kita,kita sedang enak enakan tidur siang, duh-duh, jangan dech..
Ingatlah kawan,begitu banyak yang harus dilakukan di dunia ini selama masih banyak kesempatan untuk berbuat baik, kadang egoisme itu senantiasa akan ada pada diri seseorang,memang begitulah manusia, kadang ingin memanjakan diri. Ya karena inilah kita punya kuasa penuh akan diri kita untuk mengistirahatkan tubuh kita ssejenak karena kelelahan dan memang harus diistirahatkan karena kalau tidak berarti kita bisa dikatakan orang yang terlalu memaksakan diri. Akan tetapi itu konteksnya istirahat,bukan tidur siang.
Pernah dengar hadits “tidurlah di siang hari,karena sesungguhnya setan tidak tidur di siang hari”, itu sanadnya Dhoif lho ternyata. Berarti belum ada hadits yang pas kan untuk mendukung tidur siang kita?
Hm,maaf, sekali lagi bukan bermaksud ingin jadi malaikat yang senantiasa terjaga, tetapi gini, kita yang sudah terlanjur bergabung dengan komunitas Dakwah alias jadi aktivis dakwah, ya kayaknya “nggak banget” dech kalo kita selalu enak-enakan tidur siang di saat yang lain saudara-saudara kita di Palestina diliputi rasa was-was karena setiap wilayah telah dikepung tentara Israel, terus yang lebih dekat, saudara-saudara kita selembaga yang sedang ngurus ini dan itu untuk kegiatan dakwah, apakah kita tidak stand by untuk membantu mereka?
Sekali lagi kesadaran akan peran kita di dalam aktivitas ini harus kita refleksikan kembali, karena segala macam kesibukan,masalah itu akan senantiasa menemati kita di jalan dakwah ini (^_^berat banget bahasanya),ingat juga kisah-kisah sahabat Nabi yang berani berkorban mati-matian untuk membela agama ini, bahkan ada yang mati beneran dengan predikat “syuhada”. Nah, begitulah kita seharusnya, ketika kita capek atau lelah ingatlah kisah-kisah sahabat nabi seperti Bilal bin Rabah, Umar,DeLeL. So pasti, kalaudah ngantuk di siang hari kita akan kembali melek karena ingat kisah-kisah tadi.
Waktu kita adalah pedang kita,dan Allah bahkan sudah bersumpah demi waktu bahwasanya kita akan menjadi orang yang paling merugi manakala kita tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
ayo semangat!!
jadilah pejuang di siang hari dan rahib di malam hari…
Serba-serbi amanah
“wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu menghianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” Al Anfal ayat 27.
Berbicara mengenai amanah memang kadang orang berfikir itu sesuatu yang harus dihindari, karena bisa jadi itu terlalu berat tanggungjawabnya dan juga tidak kecil dosanya ketika menghianati amanah tersebut.
Satu hal,”amanah dakwah” yaitu lebih kepada suatu pemberian (given) tugas dari Allah SWT melalui manusia dengan berlandaskan kepercayaan dari satu orang ke orang lain,dengan jalan musyawarah dan mufakat, yang itu bisa dijadikan sarana pembelajaran untuk menjadi orang yang bertanggungjawab atau menumbuhkan jiwa kepemimpinan.
Beberapa aktivis dakwah memandang ada 2 hakikat amanah, yaitu sesuatu beban kepemimpinan atau tanggungjawab yang sudah di plot atau sudah ditentukan jauh-jauh hari untuk orang-orang tertentu, ada juga yang memandang bahwasanya itu amanah Allah yang diberikan kepada kita melalui tangan-tangan manusia yang mempercayai kita. Dua pemahaman yang sangat berbeda untuk menyikapi sebuah amanah, dan memang perlu ada tanggapan untuk hal-hal tadi,
1. amanah itu bukan merupakan barang murah yang bisa diobral kemana-mana bisa dengan mudah diberikan kepada siapapun tanpa melalui mekanisme syuro’, amanah itu merupakan tanggungjawab besar yang mana setiap kita tidak boleh mengincar,meminta, apalagi memberikan cuma-cuma kepada orang lain yang belum tentu kompeten, harus melalui mekanisme syuro’ yang jelas. Walaupun pada kenyataannya dalam proses kaderisasi seringkali pemberian amanah itu dilihat berdasakan pada pengalaman,kecenderungan,dan juga kebutuhan. Terkadang orang menilai pengalaman lebih kepada seberapa produktif dia di posisi sebelumnya, sehingga di awal mungkin sudah diarahkan untuk ke bidang atau posisi yang sudah ditentukan di awal. Dan itu sebenarnya diperbolehkan asalkan harus ada niatan yang lurus di dalamnya, misalkan cara pengarahannya tidak dengan cara yang terbuka sekali kepada objek yang diarahkan, akan tetapi benar-benar dengan pendekatan yang sangat bersahabat dan juga tidak terkesan memploting, intinya jelas hanya di arahkan. Contoh kasus, yang terjadi di BPPI saat ini adalah kurangnya sense mengkader yang bersifat mengarahkan seperti ini.Sehingga yang terjadi adalah kurangnya kader yang lanjut ke BPPI apalagi yang harus jadi PHT. Untuk itu supaya lebih mudah dalam pengelolaan kader ke depan cara seperti ini sangat efektif untuk dilakukan.
2. Sulitnya memahamkan bahwasanya amanah adalah pemberian dari Allah, dan kita tidak boleh menolak ketika amanah tersebut kepada saudara-saudara kita, hal ini disebabkan karena kurangnya penjagaan pemahaman dalam hal kelurusan niat dan kesabaran karena hakikatnya dalam menjalani aktifitas dakwah yang diperlukan adalah keikhlasan, kesungguhan
formulir pendaftaran BPPI 2011
Biodata Calon Pengurus BPPI 2011
Nama Lengkap : ……………………………………………………………………………..
Nama panggilan : ……………………………………………………………………………..
Jurusan / angkatan : ……………………………………………………………………………..
Tempat, tgl lahir : ……………………………………………………………………………..
Jenis kelamin : ……………………………………………………………………………..
Golongan darah : ……………………………………………………………………………..
Hobby : ……………………………………………………………………………..
Motto hidup : ……………………………………………………………………………..
Alamat asal : ……………………………………………………………………………..
Nama & alamat kost : ……………………………………………………………………………..
Telp. / HP : ……………………………………………………………………………..
e-mail : ……………………………………………………………………………..
facebook : ……………………………………………………………………………..
blog : ………………………………………………………………………
Riwayat pendidikan :
SD : ………………………………… Lulus tahun : ……………………….
SMP : ………………………………… Lulus tahun : ……………………….
SMA : ………………………………… Lulus tahun : ……………………….
Lain-lain : ………………………………… Lulus tahun : ……………………….
Pengalaman organisasi :
1. ………………………… Periode …………….. Sebagai ………………….
2………………………….. Periode …………….. Sebagai ………………….
3………………………….. Periode …………….. Sebagai ………………….
Minat & keterampilan :
1. Jurnalistik
2. Olahraga
3. Bela diri
4. Bahasa asing
5. Public relation
6. Komputer
7. Olah raga
8. Lain-lain : ……..
Fasilitas :
1. HP
2. Sepeda motor
3. Mobil
4. Komputer
Apakah keluarga anda mendukung aktivitas anda di organisasi kampus ?
a. Ya b. Tidak, karena……….
Pandangan anda terhadap aktivitas keIslaman di FE UNS secara keseluruhan :
……………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………….
Apakah ada permasalahan yang anda hadapi ketika menjadi pengurus BPPI pada periode kemarin? (bagi pengurus lama)
……………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………….
Motivasi menjadi pengurus BPPI :
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Harapan anda untuk BPPI ke depan :
……………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………….
NGOPI in my mind..
Flu hari ini belum juga sembuh, padahal jam 7.30 nanti aku harus stand by di gedung A FKIP untuk menemani pembicara dalam acara NGOPI “Ngobrol bareng seputar isu terkini”,yang di situ ada pembicara dari dosen pendidikan geografi, kontributor metro tv, dan ustadz abu fatiah. Tekadku untuk menjalani aktivitas hari ini dengan teratur tidak pernah padam,jam 6.15 aku memutuskan untuk mengikuti kajian rutin nurul huda, yang ternyata kajian sudah dimulai dan aku terlambat, tapi no problem bagiku,karena pengisinya ustadz Fachrudin yang ngisinya pasti lama, dan ternyata benar jam 7.30 belum selesai.
Barulah aku memutuskan untuk sarapan dan kemudian pulang ke kost untuk kemudian mempersiapkan diri ke fkip untuk menjadi moderator di acara di NGOPI. setelah menemui panitia NGOPI saya baru sadar kalau ternyata hari ini saya harus di depan banyak orang dan harus mengatakan berbagai macam hal terkait dengan tema yaitu bencana dilihat dari segi sains dan agama.
ada banyak hal yang kudapat hari ini dari ketiga pembicara tadi bahwasanya kejadian alam di Indonesia memang alami seperti ini, bisa terjadi gempa kapanpun waktunya karena negara kita merupakan wilayah gempa dan juga bencana yang terjadi ini bisa jadi karena perilaku sebagian manusia yang benar-benar ingkar kepada Allah, dan alam hanya mengingatkan saja melalui bencana-bencana itu.
antara facebook dan manusia produktif
Kecanggihan teknologi informasi khususnya internet telah membawa kemajuan yang sangat pesat di seluruh aspek kehidupan. Berapa banyak kawan lama yang kembali bersilaturahim berkat situs jejaring rekaan Mark Zuckerberg bernama Facebook. Berapa banyak bisnis berjalan mulus dan berkembang berkat distribusi dan jaringan melalui internet. Berapa pula banyak orang yang menjadi religius berkat siraman rohani dari berbagai situs dakwah yang bertebaran di dunia maya.
Namun dibalik manfaat kecanggihan internet itu tidak sedikit pula mudharat yang bakal menimpa penggunanya. Edward Richardson, pria asal London, Inggris tega membunuh mantan istrinya. Penyebabnya hal sepele, yakni setelah mengetahui kalau mantan istrinya tersebut telah mengubah status ’single’ di Facebooknya. Tidak sedikit juga pengguna internet menjadi tidak produktif karena waktunya habis terbuang hanya untuk memperhatikan perkembangan Facebooknya.
Jika Facebook dan produk internet lainnya telah melalaikan dan menurunkan produktivitas kita sebagai seorang muslim itu tandanya kita harus waspada. Islam –dengan ke-syumul-annya– menawarkan konsep “manusia produktif” kepada setiap orang sekaligus mengantarkan mereka menembus nilai-nilai ilahiyyah yang sering tertutup oleh tabir kegelapan jahiliyyah. Sekurang-kurangnya ada empat prinsip yang diutarakan sebagai konsep Islam dalam membina manusia menjadi muslim produktif, duniawi dan ukhrawi.
Yang pertama, mengubah paradigma hidup dan ibadah. Dalam Islam, hidup bukanlah menuju kematian, akan tetapi menuju kehidupan yang abadi. Hidup merupakan ladang yang akan dituai hasilnya di kehidupan abadi nanti. Sehingga hidup ini merupakan durasi penyeleksian manusia dari amalan-amalannya, dari produktivitasnya di pentas dunia. Mana di antara mereka yang tingkat produktivitasnya tinggi dan mana yang tidak. Allah swt berfirman, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS 51:56)
Apabila paradigma (cara pandang) terhadap Facebook dan produk internet lainnya sebagai sarana atau media yang memberikan kemudahan kepada kita untuk beribadah kepada Allah SWT maka peningkatan produktivitas kita akan mengalami lonjakan kenaikan yang tinggi karena media itu telah memberi banyak manfaat kepada kita, bukan menjadi sarana yang menjerumuskan kita kepada kesia-siaan, waktu yang terbuang dan berbagai kemudharatan lainnya.
Yang kedua, memelihara kunci produktivitas, yaitu hati. Rasulullah saw bersabda: “Ingatlah dalam diri manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka akan baiklah seluruh jasadnya. Dan apabila daging itu rusak maka rusaklah seluruh jasadnya, itu tidak lain adalah hati”.
Hati merupakan “ruh” bagi semua potensi yang kita miliki. Jika hati kita bersih pikiran dan tenaga tidak akan tercurahkan serta tersalurkan hanya untuk melihat foto-foto orang lain, atau membaca komentar-komentar orang lain di Facebook. Jika hati kita bersih kita juga tidak akan berbuat iseng kepada orang lain dengan mengambil gambar orang lain untuk keperluan yang tidak bermanfaat.
Hati yang terpelihara dan terlindungi akan memancarkan energi yang mendorong manusia untuk beramal lebih banyak dan lebih berkualitas lagi. Produktivitasnya akan terjaga bahkan akan terus bertambah sedikit demi sedikit. Dan tidak hanya itu, ‘amaliyah-nya (produktivitas) pun akan mempunyai nilai yang abadi. Nilai ini adalah nilai keikhlasan yang jauh dari kepentingan-kepentingan pribadi dan duniawi.
Yang ketiga, bergerak dari sekarang. Seorang sahabat pernah berkata: “Jika engkau di pagi hari maka janganlah menunggu nanti sore, dan jika engkau di sore hari maka janganlah menunggu waktu besok”. Prinsip “bergerak dari sekarang” ini menunjukkan suatu etos kerja yang tinggi dan hamasah (semangat) beramal yang menggebu-gebu. Seorang muslim sangatlah tidak pantas jika menunda-nunda suatu amal, karena waktu dalam pandangan Islam sangatlah mahal (oleh karena itu, dalam Al-Qur’an Allah swt banyak bersumpah dengan waktu), Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna mengatakan bahwa “waktu adalah kehidupan” .
Dari prinsip ini, akan terlahir sosok-sosok manusia ‘amali. Manusia yang senantiasa menghiasi waktunya dengan produktivitas tinggi akan menjauhi hal-hal yang akan mengantarkannya kepada suatu yang sia-sia dan tak berguna. Apalagi menyibukkan waktunya untuk chatting yang tidak bermanfaat sampai melalaikan waktu shalat. Sosok muslim yang ideal telah digambarkan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya, ia berkata: “Di antara tanda bagusnya Islam seseorang, ia senantiasa meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi dirinya”.
Yang keempat, kontinuitas dalam beramal. Dalam Islam, masa produktif ialah sepanjang hayat, selama ia masih menghirup kehidupan, maka ia dituntut untuk terus beramal dan menjaga produktivitasnya, walaupun amalan itu dilakukan sedikit demi sedikit.
Dengan prinsip kontinuitas ini, maka Islam dapat menjaga kestabilan produktivitas seorang muslim. Islam tidak membiarkan seorang muslim beramal “besar” kemudian setelah itu padam dan surut kembali. Dorongan kontinyu (dawam) dalam beramal dengan bentuk ahabul a’mali ilallah (yang paling disukai oleh Allah) merupakan dorongan terbesar bagi setiap muslim untuk senantiasa terus produktif dan menjaga produktivitasnya.
Seharusnya kita dapat menjadikan Facebook dan media internet lainnya sebagai sarana untuk menyebarkan fikrah Islamiyah yang bersih. Satu saja orang bisa tersentuh cahaya Allah melalui tangan kita tentu akan melapangkan jalan kita ke surga.
Dunia dan segala apa yang ada di dalamnya hanyalah sarana yang akan menghantarkan kita pada perjumpaan dengan yang Maha Pencipta. Jangan terlalu dicinta yang membuat waktu kita habis bersamanya. Amatlah merugi jika sarana itu justru menghantarkan kita kepada kehinaan di neraka jahanam. Sebagai seorang muslim kita memahami bahwa hidup ini hanya sekali. Hiasilah ia dengan sikap produktif, kreatif, inovatif dan prostatic. Semoga kita semua menjadi manusia yang beruntung. Amin…
(Yesi Elsandra) di download dari http://www.dakwatuna.com/2009/antara-facebook-dan-manusia-produktif/
25/6/2009 | 02 Rajab 1430 H
KCB,harapan baru perfilman Indonesia
Indonesia kembali diwarnai lagi dunia hiburannya, tidak ada yang salah memang dengan dunia hiburan ini,tetapi yang terjadi kali ini adalah warna hiburan perfilman yang dibumbui nuansa religius dan edukatif, tidak hanya film-film yang bernafaskan percintaan dan remaja yang na’uzubillah ternyata semi porno.
Itulah Ketika Cinta Bertasbih, film garapan Chaerul Umam dan dengan mengambil cerita dari Novel Mega bestseller karangan Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik). Film yang baru diputar beberapa hari yang lalu itu benar-benar memberikan atmosfer yang berbeda dari sisi sasaran perfilman itu sendiri, saya katakan sasaran karena memang banyak dari peminat atau penonton KCB ini adalah remaja muslim, yang mana memang mungkin itu yang diharapkan dari pembuat film ini,yaitu mengembalikan isi dari film ini kepada dakwah Islam, dan kalau menurut saya jika memang yang banyak menonton itu adalah remaja muslim, maka film itu bisa menjadi penjagaan diri bagi para remaja muslim untuk memiliki hiburan tersendiri yang dekat dengan nilai-nilai Islam dan jauh dari kemaksiatan.
Cara berpikir saya ini mungkin sependapat dengan banyak orang tua yang selama ini resah, akan anak remaja mereka yang sudah tidak memiliki tameng hidup berupa nili-nilai dan prinsip hidup Islami, yang bisa membawa mereka ke jalan yang benar.
meskipun dulu sudah banyak film layar lebar yang bernafaskan religi seperti ayat-ayat cinta, perempuan berkalung surban, kun fayakun,kiamat sudah dekat, dll. Namun, KCB saya rasa mempunyai nilai plus tersendiri, bisa dilihat dari proses recruitmen pemainnya, yang cukup ketat, melibatkan masyarakat umum di daerah-daerah dan perkotaan, kebanyakan memang dari aktivis muslim dan artis pun juga banyak, buktinya ketika tahap 36 besar ada nama Dude Herlino, Zaskia Adyameca, AllYsa Subandono,Alice Noorin,dll. Tetapi yang menjadi bintang utama ternyata hanya Alice Norin, dan itu menujukkan bahwa proses seleksinya tidak main-main karena banyak mengambil orang-orang barubahkan dari daerah-daerah seperti Meyda Safira yang berasal dari Bandung, A.arsyil Rahman yang berasal dari Makasar, dan kita dapat melihat akting mereka dalam film ini yang tidak kalah dengan para senior itu. harapanya proses seleksi seperti ini perlu dicontoh oleh banyak produser film agar tidak sekedar mendepatkan bintang yang sudah ada, dan juga menjadi pelajaran bagi para selebritis agar mereka mengakui kehebatan film yang akan mempunyai tujuan mulia dan edukatif. Kehadiran aktor-aktor yang senior menambah film ini menjadi memiliki kualitas tersendiri, bisa jadi aktor-aktor kawakan seperti didi Petet, dan El Manik juga memberikan pengarahan pada bintang-bintang baru tadi dan bisa menambah kesuksesan film ini.
mengenai isi film, memang tidak sesempurna novelnya, ya karena mungkin juga terbatasnya waktu putar, tetapi agaknya cukup terbantu dengan menghadirkan adegan-adegan yang memang pantas untuk disampaikan, ya walaupun tidak menutup kemungkinan para pembaca novel seperti saya yang mungkin merasa tidak sempurna mendapatkan kemanjaan di film ini.
kehadiran KCB yang dinanti-nantikan umat ini memang tidak lepas dari beberapa kekhawatiran kita sebagai insan cendekiawan. Benar saja ketiak mereka menjadi bintang film saat ini mereka begitu terkenal, ya tetapi bisa jadi suatu saat nanti mereka terlupakan oleh masyarakat karena kehadiran bintang baru dalam dunia entertain itu sangatlah cepat, bisa dilihat di beberapa stasiun televisi yang sering kali mengadakan pencarian bintang baru dengan berbagai macam tipe. Juga, kaena mereka terkenal itulah dikhawatirkan mereka juga akan berperilaku glamour layaknya seorang artis dan selebritis yang kita tahun tidak hanya glamaour saja yang diperontonkan dari dunia entertain, tetapi juga kehidupan mereka pun terasa akan vulgar dengan berbagai macam pemberitaan bisa jadi positif dan bisa juga negatif.
perlu adanya penjagaan dan antisipasi sejak dini,mengingat bintang-bintang baru KCB ini adalah kebanyakan berbackground insan akademis dan aktivis muslim yang tidak sepatutnya bersikap berlebihan seperti di atas. Terlepas dari semua kekhawatiran di atas, maka kita harus senantiasa mendukung adanya gerakan Islamisasi melalui berbagai bidang termasuk melelui bidang entertainment ini.
kasihan anak-anak kecil indonesia
Pernah lihat kan acara Idola Cilik?ya, salah satu ajang pencarian bakat buat anak-anak usia SD yang masih punya banyak waktu luang untuk bermain. Mereka diuji kebolehannya untuk bernyanyi dihadapan jutaan masyarakat Indonesia. Orangtua mereka pun juga mendukung anak-anak mereka tersebut untuk mengikuti ajang mencari ketenaran ini.Proses seleksinya juga begitu instan,tak jauh beda dengan proses seleksi Indonesian Idol yang sama-sama mencari bakat dalam bidang tarik suara tersebut. Setelah lolos seleksi mereka harus konser 2 kali dalam sepekan dan itu tidak memberatkan mereka karena itu diluar jam sekolah.Seperti halnya Indonesian Idol, Idola cilik ternyata juga memakai acara eliminasi yang begitu menegangkan,dan formatnya agak sedikit berbeda karena menggunakan model rapor merah dan biru kalau biru artinya masih aman tetapi kalau merah tidak aman.
Pernah tau juga kan Pildacil(pemilihan dai cilik)? Ya sedikit berbeda dengan idola cilik,kalau pildacil lebih mementingkan aspek religius yaitu untuk mengetahui atau mencari bakat da’i dari anak-anak, dan acara ini cukup mendapatkan tempat di hati masyarakat karena terbukti bahwa pildacil ini terdiri dari beberapa seri dan atensi masyarakat Indonesia pun begitu antusia karena rating yang cukup tinggi untuk sebuah acara televisi.
Ada beberapa sisi yang baik dan buruk dari acara tersebut yang memang mencari bakat anak-anak usia sekolah. Sisi baiknya yaitu anak-anak menjadi tambah percaya diri, sedikit lebih dewasa karena harus menerima kegagalan dan keberhasilan, bisa menjaga image mereka, karena mereka harus berhadapan dengan jutaan penonton,kemudian tambah teman dan sosialisasi yang tinggi.
Sisi yang kurang baik bagi perkembangan fitrah mereka sebagai anak-anak yaitu belum bisa mengeksplor karakter mereka seperti apa,mereka hanya diarahkan untuk bergaya seperti orang lain, seperti penyanyi top dengan model penampilan tentunya yang sama dengan artis tersebut. Memang benar masa-masa SD itu menurut ilmu sosiologi sebagai fase masa meniru tokoh pujaan, tetapi apakah pujaan hati anak-anak itu harus dipersempit sebatas selebritis saja, masih banyak kan tokoh yang bisa jadi teladan hidup, kalau dalam Islam seperti Nabi Muhammad, Kemudia yang kedua yaitu kecenderungan orang tua untuk secara tidak langsung mengkomersilkan mereka dan itu membuat peran orangtua sebagai manajer keuangan mereka saja,dan anak-anak yang harus kelelahan mencari uang apabila sudah terkenal,kemudian yang ketiga yaitu anak-anak tidak mengenal dirinya sendiri dan cenderung menganggap dunia hiburan sebagai tujuan hidup yang utama dan itu membuat mereka tidak peduli dengan hakekat mereka di dunia ini untuk beribadah dan bisa jadi dengan padatnya jadwal mereka mereka jadi lupa dengan ibadah dan tidak peduli dengan permasalahan-permasalahan bangsa, dan bisa jadi hilang jiwa kepemimpinan dan kepedulian mereka.
Saya punya sedikit saran sebagai mantan anak kecil saya juga dulu punya cita-cita yang hampir sama dengan anak-anak yang lain tetapi saya ingin anak-anak yang sekarang masih anak-anak tersebut harus mendapatkan bentuk pendidikan yang benar dari kedua orangtuanya,yaitu bisa belajar dari laskar pelangi seperti yang pernah kita lihat yaitu anak-anak yang banyak belajar dari alam dan penuh dengan cita-cita,jangan terlalu berharap anak-anak untuk terkenal karena mereka ingin dipuji,tetapi ajari anak-anak untuk terkenal karena prestasi yang benar-benar bermanfaat seperti olimpiade, kemudian biarkan anak bersosialisasi dan berikan pilihan cita-cita yang selalu berorientasi pada kemanfaatan jangan yang berbau hiburan dan keglamouran.
take care our child
Jatuh cinta dengan ekonomi Islam
Entah kenapa akhir-akhir ini aku giat mencari artikel tentang ekonomi islam (ekis). Tapi hal itu memang beralasan karena beberapa minggu lagi atau beberapa hari lagi mungkin aku akan mewakili universitas untuk Olimpiade ekis di Semarang tepatnya di UNISULA. Ada sedikit rasa beban di hatiku, ya karena memang baru kali ini menurut diriku sendiri aku berprestasi. Walaupun prestasi ini baru aku dapat setelah kuliah tetapi mungkin inilah jalan yang diberikan Allah Azza wa Jalla kepadaku. Dengan sedikit rasa tidak percaya aku selalu mengingat-ingat piala kecil pertamaku yang aku dapat ketika SHECOMODA yaitu semacam penyaringan yang membuat aku menjadi wakil dari sebelas maret untuk mengikuti lomba di tingkat regional itu, kelakuanku yang kekanak-kanakan itu memang aku lakukan karena, ya memang tidak bisa dipungkiri bahwa piala kecil itu amat bernilai bagiku.
Dan aku juga sadar piala yang ada tulisannya winner itu semakin membuatku termotivasi untuk lebih mencintai ekonomi Islam. Walaupun pada dasarnya aku belum menguasai sepenuhnya tentang ekis, tapi suatu saat nanti aku akan berusaha lagi, dan yang lebih membuatku tidak percaya diri bahwa aku ini anak akuntansi bukan ekonomi pembangunan yang selalu diajari ekonomi makro, jadi mau nggak mau aku harus belajar konseptual dan analisis.
Kakak tingkatku juga selalu memotivasiku untik belajar, jangan sampai aku kecewa pada diriku sendiri bahkan mengecewakan universitas.Nah, kata-kata seperti itulah yang sepertinya selalu menjadi pengingaku tentang amanah ini.Aku akan selalu menganggap ini adalah suatu amanah agar dalam menjalaninya nanti aku penuh tanggung jawab.
Dengan amanah ini pula aku semakin ingin mendalami ekis yang ternyata kalau ditelusuri lebih lanjut bahwa inti dari bermu’amalah dalam bidang ekonomi itu ternyata tidak melupakan aspek Ketuhanan, Rabb kita jangan sampai kita kesampingkan dalam menjalankan kegiatan bisnis, dengan selalu mengharap ridhonya Insya Allah kegiatan bisnis kita akan sukses. Selain aspek ketuhanan dalam bermuamalah dlam bidang ekonomi ternyata juga tidak saling mencari untung sendiri tanpa memerdulikan orang lain, yaitu jangan sampai kita menzalimi orang lain demi memperoleh keuntungan pribadi. Ekis juga mengajari kita untuk selalu memikirkan masa depan yaitu “apa yang kita miliki yaitu apa yang kita konsumsi ditambah apa yang kita infakkan” atau biasa disebut konsumsi intertemporal.
Dan semakin lama aku mempelajari masalah-masalah ekonomi ,ternyata inti dari permasalahannya yaitu ternyata banyak terjadi penyimpangan yang tidak sesuai dengan syariat, dan untuk itu Allah SWT tidak meridhoi keberlangsungan sistem liberal itu.Seperti yang telah kita ketahui bahwa keadaan pasar modal sangat fluktuatif, yang mengakibatkan banyak pemodal bersikap spekulatif dan dihinggapi rasa tidak tenang.
sudah saatnya kita bermuamalah dengan hati yang tenang,selalu mengharap ridhoNya dalam bertransaksi dan berinvestasi.
toward new indonesia economic with islamic system.
karakter memang penting
Beberapa hari yang lalu aku sempat ikutan audisi jadi penyiar radio mq fm solo,dan tidak disangka ternyata syarat untuk menjadi penyiar di stasion radio franchising itu yang paling utama adalah harus bisa membaca al qur’an. Sesi pertama sudah kujalani, kemudian ada sesi kedua yaitu cara menyampaikan berita seperti penyiar, sesi ke tiga yaitu membuat naskah untuk siaran. Setelah beberapa syarat di atas kujalani, akhirnya diumumkan kalau ternyata aku lolos seleksi bagian pertama tersebut dan alhamdulillah aku menjadi juara pertama untuk seleksi bagian pertama itu.
Tetapi masih ada seleksi bagian kedua yaitu bentuknya workshop, yang isinya tentang teori broadcasting dan praktiknya. Seleksi bagian kedua ini yang cukup menarik bagiku, karena selain di training oleh tim mq fm sendiri, juga dapat praktik langsung bagaimana caranya untuk menyampaikan berita dan caranya untuk membuka sebuah acara, yang ternyata tidak semudah yang kubayangkan karena ada peraturan-peraturan tertentu.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa mq fm sebagai salah satu stasiun radio modern tidak mengedepankan aspek sekulernya,tetapi ada sebuah kode etik yang harus ada dalam setiap manajemennya, dan tentu saja mengacu pada perusahaan pusat management qolbu MQ rintisan AA Gym itu. Hal-hal yang sangat esensial dalam rangka untuk memproduksi produk mq fm tersebut, yaitu berkaitan dengan acara yang dibuat, sasaran pendengar, pendukung acara,rekruitmen SDM, dan juga mengacu pada kode etik jurnalistik.
aku sangat kagum dengan beberapa penyiar mq fm yang benar-benar profesional di bidangnya. Ketika acara seleksi dimulai sempat aku nervous karena ternya banyak mantan penyiar yang jadi peserta workshop, ya dan memang kegugupanku beralasan ,karena memang mereka yang tersaring di babak final, dan ada buktinya, suara mereka memang berkarakter, dalam hal ini memang mereka punya keunikan suara tersendiri. Mereka memang beda degan peserta lain termasuk aku, yaitu suara mereka terasa beda dan itulah yang membuat mereka terpilih
Di sini aku menitikberatkan pada karakter, bahwa memang semua orang itu telah dikaruniai Allah Azza Wa Jalla keunikan tersendiri,yang membedakan dengan makhluk lain,dan sangat tidak beralasan kalau kita selalu ikut-ikutan. Yaitu selalu mengikuti orang lain baik itu penampilan ataqupun gayanya, disini aku juga mengingatkan diriku sendiri untuk tidak ikut-ikutan dengan tidak berlasan, karena kesannya kalau kita ikut-ikutan tu kita adalah orang yang tidak kuat,tidak percaya diri bahkan kita tidak punya jalan hidup sendiri.Sekali lagi bahwa karakter kita adalah asset kita, mari kita gali dan kita berdayakan.
be your self
akhir dari kapitalisme
Adalah awal yang baik ketika presiden SBY mengajak kita untuk optimis, Gubernur BI mengajak untuk tidak panik, dan Menkeu Sri Mulyani mengadakan “rapat darurat”, giat memantau situasi perekonomian global. Namun ada baiknya pemerintah mendengarkan dengan serius pendapat-pendapat lain di lingkungan pemerintah terutama yang lebih kritis dari ekonom-ekonom di luar pemerintah.
Malapetaka finansial AS, yang kemudian berubah menjadi malapetaka ekonomi,tidak lepas dari fundamentalisme AS yang telah di yakini presiden Bush dan telah dicicipi oleh Presiden Reagan, yang menyatakan bahwa pasar itu jangan di atur, atau yang biasa kita sebut dengan pasar bebas (laisseZ faire),
Di AS terjadi kepanikan. Tokoh investasi AS Warrent Buffet mengisyaratkan bahwa kehancuran ekonomi AS ibarat kehancuran Pearl Harbour akibat serangan pasukan Jepang, berarrti begitu dahsyatnya bukan? Harga-harga saham di dunia turun berguguran, Dow Jones terjun bebas melampaui 600 poin sbg rekor terendah selama 4 tahun.Index saham yang lain juga turun. Meminjam pendapat dari Sri Edi Swasono bahwa, asumsi para fundamentalis pasar bahwa pasar adaalh maha tahu(omniscient) dan maha ampuh (omnipotent) yg secara otomatis bisa mengoreksi diri dan mengatur sendiri melalui tangan silumannya(invisible hand), menunjukkan bukti omong kosongnya. Bahkan talngan USD 700 miliar tidak mampu meredam krisis finaansial dan kepanikan.Berarti ideologi neo liberalisme sudah mulai diragukan pembenarannnya.
Kerakusan kapitalisme
Krisis financial di AS adalah akibat kerakusan kapitalisme. Kredit awut-awutan melaju dan mengakibatkan kredit berkembang tanpa kehati-hatian. Diawali oleh krisis sub-prime mortgage,kredit pemilikan rumah di AS tahun lalu yang dijaminkan dan diperkirakan menggelembung mencapai USD 2 trilyun, menjadi utang penuh risiko dan menyandang utang beracun (toxic debt) karena nyaris tanpa jaminan. Dan telah menjadi keheranan kita bersama kenapa hal ini tidak segera diwaspadai.Acara TV Oprah pun mengungkapkannya sebagai life style “lebih besar pasak dari pada tiyang” melalui hipnotisme kartu-kartu kredit. Kartu-kartu kredit menambah affluency dan pemborosamn konsumtif, merubuhkan sendi-sendi ekonomi seperti kartu domino.
Dan ternyata seperti itulah kapitalisme yang semakin terlihat rakus, bahkan menganggap kerakusan adalah baik.
surat-surat kredit berkembang melalaui jaminan-jaminan yang dijaminkan (collateralization of collateral) berupa derivatif-derivatif.Akibatnya berubah menjadi modal-modal semu, sebagai buih (bubble loans) sebagai suatu proses creating wealth out of nothing.
Pengaruh terhadap Indonesia
Ekonomi Indonesia tidak terlepas dari krisis keuangan AS ini. Modal dan transaksi ekonomi dengan AS cukup aktif dalam perekonomian Indonesia. Ya, karena memang AS sebagai tujuan ekspor Indonesia nomor 2 setelah Jepang. Lehman Brothers yang telah menyatakan diri bangkrut , karena utang yang mencapai USD 600miyar, telah banyak melakukan investasi di perusahaan-perusahaaan besar di Indonesia, dan berarti pengaruhnya pun sangat terasa. Akibat langsung kita saksiakn, saham-saham perusahaan2 Indonesia yang terkait dengan Lehman Brothers anjlok jauh sekali di atas rata-rata anjloknya saham-saham di Indonesia.
Ada yang bilang modal asing jangka pendek termasuk yang di tahan di Bursa di Indonesia mencapai sekitar USD 500 milyar, karena itu kita harus waspada dengan adanya pelarian modal yang besar-besaran ke Indonesia, untuk itu perlu di ciptakan kesempatan menghasilkan yields yang menarik di Indonesia.
ekspor sejak Agustus menurun dan impor merajalela. Kita harus hemat devisa , dana-dana di Indonesia di Luar negeri harus selalu di pantau,agar tidak terjadi kemandegan di luar negeri. Hal itu juga untuk menahan pelarian modal.
catatan akhir
Sekarang menjadi pilihan Indonesia untuk mengambil langkah demi terciptanya kestabilan perekonomian di dalam negeri, walaupun tidak bisa dipungkiri dalam diri kita masih terdapat rasa panik yang diwujudkan dengan konsumsi yang berlebihan dengan asumsi “mumpung belum krisis”, padahal perilaku tersebut sangatlah berlebihan karena expectation kita negatif(pesimis) terhadap masa depan. Sebagai manusia yang pro dengan ekonomi kerakyatan penulis berharap bahwa sekaranglah saatnya kita untuk tidak percaya dengan konsep neo-liberalisme, kita tahu cacatnya sekarang.
Kebenaran akan cacatnya sistem ekonomi liberal yaitu:
- self interest (individual), takseharusnya kita sebagai bangsa Indonesia yang selalu mengutamakan persatuan, malah saling mementingkan dirinya sendiri, di balik kebahagiaan kita ada penderitaan orang lain.
- eksploitatif
- rakus
- segalanya bebas:-feree entries, bukan berarti barang bebas masuk, tetapi juga bebas mengakuisisi perusahaan orang lain._free exit, bukan berarti perusahaan itu mengeluarkan barang ke luar negeri saja tetapi juga banyak perusahaan yang kalah bersaing dan “bebas” gulung tikar.
Perlu ditegaskan di sini bahwa prinsip di Indonesia itu sangat perfek, degan adanya pasal yang mengandung penyejahteraan warga negara yaitu tiap-tiap warga negara berhak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak, kemudian tujuan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga semestinya baik bukan pertumbuhan ekonomi dalam hal konsumsi saja, tetapi dalam hal produksi, dan pemberantasan kemiskinan bukan pemberantasan orang miskin yang akan dibuat mall-mall yang jelas-jelas menguntungkan pengusaha besar. INDONESIA SADAR!
-
Arsip
- Maret 2011 (1)
- Januari 2011 (2)
- November 2010 (1)
- Juni 2009 (2)
- Januari 2009 (1)
- Desember 2008 (2)
- November 2008 (1)
- September 2008 (2)
- Agustus 2008 (3)
- Juli 2008 (2)
- Juni 2008 (2)
- Mei 2008 (11)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS


